Newest Post
Sistem Pernafasan

Untuk kelangsungan hidupnya manusia
butuh bernafas. Sistem parnafasan sangat penting di mana terjadi pertukaran gas
oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). Salah satu organ
yang sangat membutuhkan oksigen dan sangat peka terhadap kekurangannya adalah
otak. Tidak adanya oksigen
dalam 3 menit akan mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran. Lima menit
tidak mendapatkan oksigen sel otak akan rusak secara ireversible (tidak bisa
kembali atau diperbaiki).
Respirasi melibatkan proses berikut:
a)
Ventilasi pulmonar (pernapasan) adalah
jalan masuk dan keluar udara dari saluran pernapasan dan paru-paru.
b)
Respirasi eksternal adalah difusi O2
dan CO2 antara udara dalam paru-paru dan kapilar pulmonar
c)
Respirasi internal adalah difusi O2
dan CO2 antara sel darah dan sel-sel jaringan.
d)
Respirasi selular adalah penggunaan O2
oleh sel-sel tubuh untuk reproduksi energi, dan pelepasan produk oksidasi (CO2
dan air) oleh sel-sel tubuh
Saluran pernapasan terdiri dari
cabang-cabang saluran dari lingkungan sampai ke paru-paru.
Oksigen dalam udara dibawa masuk ke
dalam paru-paru dan berdifusi dalam darah. Bersamaan dengan itu dikeluarkannya
karbon dioksida yang juga bedifusi dari darah dan kemudian di keluarkan bersama
udara. Oksigen dibutuhkan oleh semua sel dalam tubuh untuk kelangsungan
hidupnya. Sedangkan karbon dioksida merupakan sisa hasil metabolisme yang tidak
digunakan lagi dan harus dikeluarkan dari dalam tubuh.
Perjalanan oksigen dan karbon dioksida.
Dari atmosfer (udara) oksigen masuk melalui hidung,faring, laring, trakea,
bronkus, bronkiolus sampai engan alveoli. Dari alveoli oksigen berdivusi untuk
ke dalam darah dan dibawa oleh eritrosit. Dalam darah oksigen di bawa ke
jantung kemudian dipompakanoleh jantung diedarkan ke seluruh tubuh untuk
digunakan sampai tingkat sel. Oksigen masuk ke dalam sel dan di dalam
mitokondria digunakan untuk proses-proses metabolisme yang penting untuk
kelangsungan hidup. Sedangkan karbon dioksida berjalan arah sebaliknya dengan
oksigen.
St
struktur
Sistem respirasi terdiri dari:
1. Saluran pernafasan bagian atas
Pada bagian ini udara yang masuk ke tubuh dihangatkan,
disarung dan di lembabkan.
2. Saluran nafas bagian bawah
Bagian ini menghantarkan udara yang masuk dari saluran
bagian atas ke alveoli
3. Alveoli
Terjadi pertukaran gas antara O2 dan CO2
4. Sirkulasi paru
Pembuluh darah arteri menuju paru, seddangkan pembuluh
darah vena meninggalkan paru.
5. Paru.
Terdiri dari:
a) Saluran nafas bagian bawah
b) Alveoli
c) Sirkulasi paru
6. Rongga pleura
Terbentuk dari dua selaput resosa yang meliputi
dinding dalam rongga dada disebut pleura peristalis, dan yang meliputi paru
atau pleura veseralis
7. Rongga dada dan dinding dada
Merupakan pompa muskuloskeletal yang mengatur
pertukaran gas dalam poroses respirasi
Anatomi Fungsional Saluran Pernafasan
Hidung
Hidung
ata naso atau nasal erupakan saluran udara yang pertama, mempunyai dua lubang
(kavum nasi), dipisahkan oleh sekat (septum nasi). Didalamnya terdapatt
bulu-bulu yang berguna untuk menyaring udara, debu dan kotoran yang masuk ke
dalam lubang hidung.
a) Bagian luar dinding terdiri dari kulit
b) Lapisan tengah terdiri dari otot-otot dan tulang rawan
c) Lapisan dalam terdiri dari selaput lendir yang
dinamakan karang hidung (konkanasalis) berisi kelenjar pembuat mucus dan banyak
mengandung pembuluh darah, yang berjumlah tiga buah :
·
Konka nasalis inferior
·
Konka nasalis medial
·
Konka nasalis superior
Fungsi dari
nasal sendiri adalh sebagi:
1) Jalan masuknya udara
2) Penyaring partikel kecil
3) Penghangat dan pelembab udara yang masuk
4) Resepsi odor
5) Membantu proses bicara (resonansi bersama sinus
paranalis)
Faring
faring merupakan percabangan dua saluran, yaitu
saluran pernafasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan pada
bagian belakang. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk
seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan
tersusun dari otot ragka. Faring berfungsi sebagai jalannya udara dan makanan.
Laring
laring udara pernafasan akan menuju pangkal
tenggorokan atau disebut juga laring. Laring tersusun atas kepingan tulang
rawan yang membentuk jakun (adam’s apple). Pangkal tenggorokan dapat di tutup
oleh katup pangkal tenggorokan (epiglotis). Saat menelan makanan, katub
tersebut akan membuka. Pada pangkal tenggorokan terdapat pita suara yang
bergetar bila ada udara yang melaluinya. Misalnya saja saat kita berbicara.
Trakea
Tenggorokan
berupa pipa yang panjangnya ±10 cm, terletak sebagian di leher dan sebagian di
rongga dada. Dinding tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang
rawan, dan pada bagian dalam rongga bersilia. Sila-sila ini berfungsi menyaring
benda-benda asing yang masuk ke dalam sluran pernafasan.
Bronkus
Bronkus
tersusun atas percabangan, yaitu bronkus kanan dan kiri. Letak bronkus kanan
dan kiri agak berbeda. Bronkus kanan lebih vertikal daripada kiri. Karena
strukturnya ini, sehingga bronkus kanan akan mudah kemasukan benda asing.
Itulah sebabnya paru-paru kanan seseorang lebih muda terserang penyakit
bronkhitis. Pada seseorang yang menderita asma bagian otot-otot bronkus ini
berkontraksi sehingga aka menyempit. Hal ini dilakukan untuk mencegah masuknya
lebih banyak banda asing yang menimbulkan reaksi allergi. Akibatnya penderita
akan mengalami sesak napas. Sedangkan pada penderita bronkhitis, bagian bronkus
ini akan tersumbat oleh lendir. Mean bronkus bercabang - bronkus seluler-
bronkus tertier - bronkus terminalis – bronchiolus - alveoli. Pada bronkus
utama terdapat tulang rawan / cartilago yang mempunyai struktur yang kaku untuk
mencegah agar tidak kolaps
Paru-paru
Organ
yang berperan penting dalam proses pernapasan adalah paru-paru. Paru-paru
merupakan organ tubuh yang terletak pada rongga dada, tepatnya di atas sekitar
diafragma. Diafragma adalh sekat rongga badan yang membatasi rongga dada dan
perut. Paru-paru terdiri atas dua bagian, paru-paru kanan dan kiri. Paru-paru
kanan memiliki tiga lobus yang berukuran lebih besar daripada paru-paru kiri
yang hanya memiliki dua lobus. Paru-paru dibungkus oleh lapisan selaput paru yang disebut pleura. Pleura dibagi menjadi dua
yaitu pleura visceral yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru-paru dan
pleura parietal yaitu yang melapisi rongga dada sebelah luar. Antara kedua
lapisan ini terdapat rongga kavum yang disebut kavum pleura yang berisi
cairan →mensekresikan cairan sebagai pelumas.
Semakin
ke dalam, di dalam paru-paru akan ditemui gelembung halus kecil yang disebut
alveolus. Jumlah alveolus pada paru-paru kurang lebih 300 juta buah. Adanya
alveolus ini menjadikan permukaan paru-paru lebih luas. Diperkirakan, luas luas
permukaan paru-paru sekitar 160 m2. Dengan kata lain, paru-paru memiliki luas
permukaan sekitar 100 kali lebih luas daripada permukaan tubuh.
Mekanisme
Pernafasan Manusia
adalah suatu proses yang
terjadi secara otomatis walau dalam keadaan tertidur sekalipun, karena sistem
pernafasan dipengaruhi oleh susunan saraf otonom. Menurut tempat terjadinya pertukaran gas
maka pernapasan dapat dibedakan atas 2 jenis, yaitu pernapasan luar (eksternal)
dan pernapasan dalam (internal).
Pernapasan
luar adalah pertukaran udara yang terjadi antara udara dalam alveolus dengan darah
dalam kapiler. Pernapasan dalam adalah pernapasan yang terjadi antara darah
dalam kapiler dengan sel-sel tubuh. Masuk keluarnya udara dalam paru-paru
dipengaruhi oleh perbedaan tekanan udara dalam rongga dada dengan tekanan udara
di luar tubuh. Jika tekanan di luar rongga dada lebih besar, maka udara akan
masuk. Sebaliknya, apabila tekanan dalam rongga dada lebih besar maka udara
akan keluar.
Sehubungan dengan organ yang terlibat
dalam pemasukkan udara (inspirasi) dan pengeluaran udara (ekspirasi) maka
mekanisme pernapasan dibedakan atas dua macam, yaitu pernapasan dada dan
pernapasan perut.
Pernafasan Dada
Apabila kita menghirup dan menghempaskan
udara menggunakan pernapasan dada, otot yang digunakan yaitu otot antartulang
rusuk. Otot ini terbagi dalam dua bentuk, yakni otot antartulang rusuk luar dan
otot antartulang rusuk dalam.
Saat terjadi inspirasi atau disebut juga sebagai
proses pernafasan aktif, otot antartulang rusuk luar berkontraksi, sehingga
tulang rusuk menjadi terangkat. Akibatnya, volume rongga dada membesar.
Membesarnya volume rongga dada menjadikan tekanan udara dalam rongga dada
menjadi kecil/berkurang, padahal tekanan udara bebas tetap. Dengan demikian,
udara bebas akan mengalir menuju paru-paru melewati saluran pernapasan.
Sementara saat terjadi ekspirasi atau disebut juga
sebagai proses pernafasan pasif, otot antartulang rusuk dalam berkontraksi
(mengkerut/mengendur), sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula.
Akibatnya, rongga dada mengecil. Oleh karena rongga dada mengecil, tekanan
dalam rongga dada menjadi meningkat, sedangkan tekanan udara di luar tetap.
Dengan demikian, udara yang berada dalam rongga paru-paru menjadi terdorong
keluar.
Pernafasan Perut
Pada proses pernapasan ini, fase inspirasi
terjadi apabila otot diafragma (sekat rongga dada) mendatar dan volume rongga
dada membesar, sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih kecil daripada
udara di luar, akibatnya udara masuk. Adapun fase ekspirasi terjadi apabila
otot-otot diafragma mengkerut (berkontraksi) dan volume rongga dada mengecil,
sehingga tekanan udara di dalam rongga dada lebih besar daripada udara di luar.
Akibatnya udara dari dalam terdorong ke luar.
Anatomi & Fisiologi sistem perkemihan (urinaria)
Ginjal (ren)
Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum pada kedua sisi vertebra thorakalis ke-12 sampai vertebra lumbalis ke-3. Bentuk ginjal seperti baiji kacang. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar.
Fungsi Ginjal
Fungsi ginjal adalah:
a) mengeluarkan zat sisa organik. Ginjal mengekskresi urea, asam urat kreatinin, dan produk penguraian hemoglobin dan hormon
b) pengaturan konsentrasi ion-ion penting. Ginjal mengekskresi ion natrium, kalium, magnesium, sulfat dan fosfat. Ekskresi ion-ion ini seimbang dengan asupan dan ekskresinya melalui rute lain, seperti pada saluran gastrointestinal atau kulit.
c) Pengaturan keseimbangan asam basa tubuh. Ginjal mengen dalikan ekskresi ion hidrogen (H+), bikarbonat (HCO3), dan amonium (NH4+) serta memproduksi urine asam atau basa, bergantung pada kebutuhan tubuh,
d) Pengaturan reproduksi sel darah merah. Ginjal melepas eritropoitein, yang mengatur produksi sel darah merah dalam sum-sum tulang.
e) Pengaturan tekanan darah. Ginjal mengatur volume caoran yang esensial bagi pengaturan tekanan darah, dan juga memproduksi enzim renin. Renin adalah komponen penting dalam mekanisme renin-angiostensin-aldosteron, yang meningkatkan tekanan darah dan retensi air.
f) Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah. Ginjal, melalui ekskresi glukosa dan asam amino berlebih, bertanggung jawab atas konsentrassi nutrien dalam darah.
g) Pengeluaran zat beracun. Ginjal mengeluarkan polutan, zat tambahan makanan, obat-obatan, atau zat kimia asing lain dari tubuh.
Anatomi Kasar Ginjal
Ginjal adalah organ berbentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm (kurang lebih sebesar kepalan tangan). Setiap ginjal memiliki berat antara 125 sampai 175g pada laki-laki dan sampai 155g pada perempuan.
Ginjal terletak di area yang tinggi, yaitu pada dinding abdomenposterioryang berdekatan dengan dua pasang iga terakhir. Organ ini merupakan organ retroperitoneum rongga abdomen atasnya.
Ginjal kanan terletak agak di bawah dibandingkan ginjal kiri karena ada hati pada sisi kanan.
Jaringan ikat pembungkus. Setiao ginjal diselubungi oleh tiga lapisan jaringan ikat yaitu:
a) Fasia renal, adalah pembungkus terluar. Pembungkus ini melabuhkan ginjal pada struktur di sekitarnya dan mempertahankan posisi organ.
b) Lemak parirennal adalah jaringan adiposa yang terbungkus fasia ginjal. Jaringan ini membantali ginjal dan membantu organ tetap pada posisinya
c) Kapsul fibrosa (ginjal) adalah membran halus transparan yang langsung membungkus ginjal dan dapat dengan mudah dilepas.
Setiap ginjal terbungkus oles selaput tipis yang disebut dengan kapsula fibrosa, terdapat kortex renalis di bagian luar, yang berwarna coklat gelap, dan medulla renalis di bagian dalam yang berwarna coklat lebih terang dibandingkan cortex. Bagian medulla berbentu kerucutyang disebut dengan pyramides renalis, puncak kerucut tadi menghadap kaliks yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papila renalis.
Hilum adalah pinggir medial ginjal berbentuk konkaf sebagai pintu asuknya pembuluh darah, pembulu limfe, ureter dan nervus. Pelvis renalis berbentuk corong yang menerima urin yang diproduksi oleh ginjal. Terbagi menjadi dua atau tiga calices renalis minores.
Struktur halus ginjal terdiri dari banyak nefron yang merupakan unit fungsional ginjal. Diperkirakan ada satu juta nefron dalam setiap ginjal. Nefron terdiri dari : glomerulus, tubulus proximal, ansa henle, tubulus distra dan tubulus urinarius.
Proses Pembentukan Urin
Tahap pembentuka urin.
1. Proses filtrasi, di glomerulus
Terjadi penyerapan darah, yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein. Cairan yang tersaring ditampung simpai bowmen yang terdiri dari glukosa, air, sodium, klorida, dll, diteruskan ke tubulus ginjal. Cairan yang disaring disebut filrate gromeluru
2. Proses Reabsobsi.
Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reasorbsi) di tubulus proximal, sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papila renalis.
3. Prosese Sekresi
Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papila renalis selanjutnya diteruskan ke luar.
Volume Urine
volume urine yang dihasilkan setiap harinya berfariasi dari 600ml sampai dengan 2.500ml lebih.
· Jika volume urine tinggi, zat buang diekskresikan dalam larutan encer, hipotonik (hipoosmotik) terhadap plasma. Berat jenis urine mendekati berat jenis air (sekitar 1,003).
· Jika tubuh perlu menahan air, maka urine yang dihasilkan kental sehingga volume urine yang sedikit tetap mengandung jumlah zat buangan yang sama yang harus dikeluarkan. Konsentrasi zat terlarut lebih besar, urine hipertonik (hiperosmetik) terhadap plasma, dan berat jenis urine lebih tinggi (di atas 1,030).
Produksi urine kental yang sedikit atau urine encer yang banyak diatur melalui mekanisme hormon dan mekanisme pengkonsentrasi urine ginjal.
Komposisi Air Kemih
Air kemih terdiri dari:
a) Air kemih kira-kita 95% air.
b) Zaat-zat sisa nitrogen, natrium, kalsium, NH3, bikarbonat, fosfat dan sulfat.
c) Pagmen (bilirubin dan urobilin).
d) Toksin.
e) Hormon.
Pernafasan Ginjal
Ginjal mendapatkan pernafasan dari fleksus renalis (vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal.
Ureter
Terdiri dari dua saluran pipa masing-masing bersambung dari ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya ± 25-30 cm, dengan penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter terdiri dari :
a) Dinding luar jaringan ikat (jaringan fibrosa)
b) Lapisan tengah otot polos.
c) Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan pperistaltic yang mendorong urin masuk ke dalam kandung kemih.
Vesika Urinaria (kandung kemih)
Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini berbentuk seperti buah pir (kendi). Letaknya di belakang simfisispubis di belakang rongga panggul. Vesika urinaria dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.
Diding kandung kemih terdiri dari:
a) Lapisan sebelah luar (periotenum)
b) Tunika muskularis (lapisan berotot)
c) Tunika submukosa
d) Lapisan mukosa (lapisan bagian dalam)
Uretra
Merupakan saluran sempit yang berpangkal pada vesika urinaria yang berfungsi untuk menyalurkan air kemih ke luar.
Pada laki-laki panjangnya kira-kira 7,3-6,2 cm (taylor), 3-5 cm (lewis)
Dinding urethra terdiri dari tiga lapisan :
a) Lapisan otot polos
b) Lapisan submukosa
c) Lapisan mukosa
DAFTAR PUSTAKA
· Scanlon,Valerie C dan Sanders Tina.,2006.,BUKU AJAR ANATOMI & FISIOLOGI.,Jakarta :EGC
· Smeltzer,Suzanne C dan Bare Brenda G.,2001.,BUKU AJAR KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH.,Jakarta : EGC.
· Evelyn C. Pearce . 1979. ANATOMI & FISIOLOGI UNTUK PARA MEDIS. Penerbit PT. Gramedia Jakarta
cara mengukur umur kehamilan
- rumus naegle
- gerakan pertama fetus
- palpasi abdomen
- perkiraan tinggi fundus uteri
- ultrasonografi
Rumus Naegle
Rumus Naegle untuk menentukan hari perkiraan lahir(HPL, EDC=Expected date of confinement)Rumus ini terutama berlaku untuk wanita dengan siklus 28 hari sehingga ovulasi terjadi pada hari ke 14. Rumus naegle memperhitungkan kehamilan berlangsung selama 288 hari, perhitungan kasarnya dapat dipakai dengan menentukan hari pertama haid dan ditambah 288 hari, sehingga perkiraan kelahirannya dapat ditetapkan. Rumus naegle dapat dihitung hari haid pertama ditambah 7 (tujuh) dan bulannya dikurang 3 (tiga) dan tahun ditambah 1 (satu). gerakan pertama fetusGerakan pertama fetus dapat dirasakan pada umur kehamilan 16 minggu. palpalasi abdomen dapat menggunakan :- Rumus Bartholomew
- Rumus Mc Donald
- palpalasi leopold
Rumus Bartholomew
Antara sinipsis pubis dan pusat dibagi menjadi 4 bagian yang sama, maka tiap bagian menunjukkan penambahan 1 bulan. Fundus uteri teraba tepat di sinipsis umur kehamilan 2 bulan (8 minggu). Antara pusat sampai prosesus xifoideus dibagi menjadai 4 bagian dan tiap bagian menunjukkan kenaikan 1 bulan. Tinggi fundus uteri pada umur kehamilan 40 minggu (bulan ke-10) kurang lebih sama dengan umur kehamilan 32 minggu (bulan ke-8).
Rumus Mc Do
Fundus uteri diukur dengan pita. Tinggi fundus dikalikan 2 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam bulan obstetrik dan bila dikalikan 8 dan dibagi 7 memberikan umur kehamilan dalam minggu.Palpasi Leopold
palpalasi leopold merupakan teknik pemeriksaan pada perut ibu bayi untuk menentukan posisi dan letak janin dengan melakukan palpalasi abdomen. Palpalasi leopoldterdiri dari 4 langkah yaitu:- Leopold I : Leopold I bertujuan untuk mengetahui letak fundus uteri dan bagian lain yang terdapat pada bagian fundus uteri
- Leopold II : Leopold II bertujuan untuk menentukan punggung dan bagian kecil janin di sepanjang sisi maternal
- LEOPOLD III bertujuan untuk membedakan bagian persentasi dari janin dan sudah masuk dalam pintu panggul
- Leopold IV : Leopold IV bertujuan untuk meyakinkan hasil yang ditemukan pada pemerikasaan leopold III dan untuk mengetahui sejauh mana bagian presentasi sudah masuk pintu atas panggul Memberikan informasi tentang bagian presentasi: bokong atau kapala, sikap/attitude (fleksi atau ekstensi), dan station (penurunan bagian presentasi)
Taksiran berat janinTaksiran ini hanya berlaku untuk janin dengan presentasi kapala. Rumusnya adalah sebagai berikut:tinggi fundus uteri (dalam cm-n) x 155 = berat (gram) Bila kapala belum masuk panggul maka n-12, jika kepada sudah masuk panggul maka n-11.Cara menentukan kahamilan dengan perkiraan tinggi fundus uteri
- Mempergunakan tinggi fundus uteri
- Menggunakan alat ukur caliper
- Menggunakan pita ukur
- Menggunakan pita ukur dengan metode berbeda
Mempergunakan tinggi fundus uteri
Perkiraan tinggi fundus uteri dilakukan dengan palpalasi fundus dan membandingkan dengan patokan
Umur Kehamilan
| |
12 minggu
|
1/3 di atas simpisis
|
16 minggu
|
½ simpisis-pusat
|
20 minggu
|
2/3 di atas simpisis
|
24 minggu
|
Setinggi pusat
|
28 minggu
|
1/3 di atas pusat
|
34 minggu
|
½ pusat-prosessus xifoideus
|
36 minggu
|
Setinggi prosessus xifoideus
|
40 minggu
|
2 jari di bawah prosessus xifoideus
|
Menggunakan alat ukur caliper
Caliper digunakan dengan meletakkan satu ujung pada tepi atas simfisis pubis dan ujung yang lain pada puncak fundus. Kedua ujung diletakkan pada garis tengah abdominal. Ukuran kemudian dibaca pada skala cm (centimeter) yang terletak ketika 2 ujung caliper bertemu. Ukuran diperkirakan sama dengan minggu kahamilan setelah sekitar 22-24 minggu.
Menggunakan pita ukur
Pita ukur merupakan metode akurat kedua dalam pengukuran TFU setelah 22-24 minggu kehamilan. Titik nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis dan pita pengukur ditarik melewati garis tengah abdomen sampai puncak. Hasil dibaca dalam skala cm, ukuran yang terukur sebaiknya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kemilan setelah 22-24 minggu kehamilanMenggunakan pita ukur dengan metode berbedaGaris nol pita pengukur diletakkan pada tepi atas simfisis pubis di garis abdominal, tangan yang lain diletakkan di dasar funduk, pita pengukur diletakkan diantara jari telunjuk dan jari tengah, pengukuran dilakukan sampai titik dimana jari menjepit pita pengukur. Sehingga pita pengukur mengikuti bentuk abdomen hanya sejauh puncaknya dan kemudian secara relatif lurus ke titik yang ditahan oleh jari-jari pemeriksa, pita tidak melewati slope anterior dari fundus. Caranya tidak diukur karena tidak melewati slope anterior tapi dihitung secara matematika sebagai berikut:- Sebelum fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 4 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kemilan.
- Sesudah fundus mencapai ketinggian yang sama dengan umbilikus, tambahkan 6 cm pada jumlah cm yang terukur. Jumlah total centi meternya diperkirakan sama dengan jumlah minggu kemilan.
- Konfirmasi kehamilan
- Mengetahui usia kehamilan
- Mengukur diameter kantong kehamilan (GS=gestational sac) pada kehamilan 6-12 minggu
- Mengukur jarak kepala bokong (GRI=grown rump length) pada kehamilan 7-14 minggu
- Mengukur diameter biparietal (BPD) pada kehamilan lebih 12 minggu
